Hai sobat soloraya semua, postingan perdana mimin ini membahas mengenai Mencari Loker Soloraya Tahun 2020, Sebuah Misi "MUSTAHIL" (loker solo, loker boyolali, loker sragen, loker sukoharjo, loker wonogiri dan loker karanganyar), di tengah pandemi covid-19 yang tengah melanda dunia dan Indonesia.
Karena dampak lockdown/psbb membuat perekonomian Indonesia terpuruk dan mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan mereka karena di phk oleh pabrik-pabrik yang terdampak akibat pandemi virus corona. Saya tak akan membahas mengenai Indonesia secara keseluruhan tetapi fokus pada area Soloraya saja.
Banyak pabrik dan usaha di soloraya terdampak akibat pandemi virus corona, ratusan bahkan ribuan orang jadi pengangguran karena kehilangan pekerjaan mereka di area soloraya. (Mencari Loker Soloraya Tahun 2020, Sebuah Misi "MUSTAHIL")
Salah satunya mimin sendiri, kini setelah kita memasuki fase new normal, mencari loker di soloraya juga tak mudah, meski beberapa pabrik di soloraya seperti tekstil dan garmen mulai membuka loker lagi setelah sempat merumahkan hingga mem phk karyawan mereka.
Mimin pun telah membuat lamaran ke beberapa pabrik di soloraya sesuai dengan info loker soloraya untuk bisa melamar, namun ada pengalaman mimin yang membuat esmosi jiwa saat mendapatkan panggilan di salah satu pabrik plastik di daerah soloraya.
Mimin sebelumnya sangat kaget dipanggil lagi di pabrik area soloraya tersebut karena dulu pernah interview sampai bos (owner) namun tak sesuai dengan gaji yang ditawarkan karena mimin anggap tak sesuai dengan standar gaji di soloraya.
Setelah mimin konfirmasi ke HRD pabrik plastik di soloraya tersebut apakah ini tes ulang, pihak HRD pabrik plastik di soloraya tersebut menjawab jika disuruh datang dulu bertemu HRD. Singkat cerita, setelah datang dan menunggu hampir 3 jam, mimin justru disuruh pulang oleh satpam pabrik plastik area soloraya tersebut tanpa ditanya apapun atau ditemui pihak HRD.
Mimin kaget dan bertanya - tanya akhirnya WA ke HRDnya langsung untuk bertanya dan menemukan jawaban yang mencengangkan. Mimin disuruh pulang karena dianggap tak membawa CV atau berkas lamaraan yang diminta. Padahal tak ada satupun satpam hingga pihak HRD yang secara langsung menemui saya di ruang tunggu pos satpam yang meminta berkas itu pada mimin yang sebenarnya mimin telah menyiapkannya.
Ini salah satu tindakan tak profesional yang dilakukan HRD di salah satu pabrik plastik di soloraya, yang katanya datang kesana ketemu HRD tapi justru diperlakukan seperti itu. Masih banyak lagi hal 'aneh' hingga aturan perusahaan di lingkup soloraya yang menurut mimin memberatkan pencari kerja di lingkup soloraya.
Mimin yakin banyak dari kalian semua yang memiliki pengalaman mencari kerja di soloraya yang mendapatkan hal aneh dan tak profesional seperti yang mimin alami.
Tentu masih banyak juga HRD di Soloraya yang profesional dalam menjalankan proses recruitmen dan mimin harap yang mimin alami tak dialami orang lain.
Mencari Loker Soloraya Tahun 2020, Sebuah Misi "MUSTAHIL" SETUJU...?


Komentar
Posting Komentar