Banyak orang bingung dengan besaran gaji saat ditanya oleh pihak HRD saat melamar kerja di Soloraya khususnya. Namun, setiap perusahaan atau pabrik memiliki besaran standar gaji yang telah mereka tetapkan yang seharusnya mengacu pada besarnya UMR di Soloraya. Kenyataannya, masih banyak pabrik atau perusahaan yang memberikan gaji dibawah standar UMR/UMK yang telah ditetapkan di soloraya.
Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) di Kota Soloraya telah sepakat besaran Upah Minimum Kota (UMK) soloraya yakni berkisar sebesar Rp 1.9 juta sampai 2 jutaaan, Ini adalah gambaran umum UMK/UMR di soloraya pada tahun 2020.
Nah sekarang pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh pelamar kerja, berapa standar gaji seorang pegawai/karyawan baru di sebuah pabrik atau kantor di soloraya?
Ini adalah penilaian pribadi mimin yang kurang lebih sudah berpengalaman di banyak perusahaan baik di Soloraya ataupun Jabodetabek.
Standar Gaji di Soloraya
Standar Gaji seorang Staff kantor atau pabrik lulusan S1/D3 Non pengalaman : min 2 Juta/ 10-15% diatas UMR/UMK.
Standar Gaji seorang Staff kantor atau pabrik lulusan S1/D3 Berpengalaman : min 20-35% diatas UMR/UMK. (tergantung nego)
Standar Gaji seorang Staff kantor atau pabrik lulusan SMK/SMA Non pengalaman : min= UMR/UMK.
Standar Gaji seorang Staff kantor atau pabrik lulusan SMK/SMA pengalaman : min 10-15% diatas UMR/UMK (tergantung nego)
itu adalah range gaji yang seharusnya kalian terima dan minta saat ditanya oleh HRD ketika interview masuk kerja di Soloraya. Namun, itu hanya acuan dasar bisa saja lebih tergantung jenis usaha dan besar kecilnya perusahaan. Namun, acuan utama harus memakai UMK/UMR di soloraya jangan sampai ada perusahaan yang membayar jauh di bawah UMR kecuali itu masih UMKM/usaha rumahaan.

Komentar
Posting Komentar